• 0823-2034-2246
  • Surabaya

Coffee Commodities

Coffee Commodities

KOPI JAWA GUNUNG IJEN

– KOPI ARABIKA ORGANIK

Kabupaten Situbondo adalah salah satu daerah penghasil kopi Arabika terbesar di Jawa Timur. Para petani disekitar kawah Gunung Ijen ini telah menjalankan pertanian kopi arabica organik secara turun-temurun yang dipertahankan hingga saat ini. Budidaya tanam yang menghindari penggunaan berbagai bahan kimia dan pestisida, baik saat pemupukan maupun memberantas hama dan penyakit. Perlakuan yang sama saat pengolahan biji kopi menjadi HS (ada cangkang lunak) atau ose (biji kopi kering).

Kopi arabika unggulan yang dihasilkan adalah budidaya kopi organik dan merupakan salah satu varietas kopi tertua di Indonesia. Selain kopi arabika organik, perkebunan ini juga sedang gencar mengembangkan budidaya kopi luwak arabika organik sebagai produk unggulan mereka beberara tahun terakhir.

Terletak di kawasan kawah gunung Ijen dengan keketinggian 760 – 1550 meter dari atas permukaan laut dan suhu sekitar 20-25 derajat celsius menghasilakan rasa dan aroma yang sangat unik. Keunikan rasa ini berupa sensasi rasa kacang-kacangan dan sedikit ada sensasi rasa coklat. Tekstur kopi yang lembut sehingga terkesan manis dalam penyajiannya dan adanya aroma khas saat diseduh pertama kali.

Kopi Arabika Gunung Ijen ini memiliki ciri lebih ringan dengan tingkat keasaman rendah dibandingkan dengan kopi arabika jenis lain. Rasa asam yang dihasilkan sangat eksotis.  

– KOPI ROBUSTA ORGANIK

Mayoritas petani kopi di lereng gunung Ijen menanam jenis Arabica, namun 10% dari luas lahan itu ditanami jenis kopi Robusta. Kopi Robusta ini terutama ditanam di lahan yang berada di dekat jalan utama daerah tersebut, dengan kemiringan di atas 45 derajat. Hal ini karena batang pohon kopi Robusta lebih kuat, dan akarnya menancap ke tanah dan relatif tahan terhadap dampak asap kendaraan. Tanaman ini juga difungsikan sebagai tanaman penguat dan menghindarkan tanah dari erosi. Sama seperti kopi Arabica, tanaman kopi Robusta ini juga dirawat dengan sistem organik.

Mayoritas petani kopi robusta tetap bertahan dengan konsep pertanian organik sebagaimana penanaman kopi arabika. Budidaya kopi luwak robusta juga turut dikembangkan sebagai produk unggulan mereka yang lain.

KOPI JAWA GUNUNG SEMERU

KOPI ROBUSTA AMSTIRDAM

Kopi robusta ini ditanam di sekitar lereng gunung Semeru dengan ketinggian 600 mdpl. Kopi di kawasan ini lebih dikenal dengan istilah Kopi Amstirdam, yang diambil dari nama beberapa desa penghasil kopi di lereng gunung Semeru Kabupaten Malang bagian selatan (Ampelgading, Sumbermanjing, Tirtoyudo dan Dampit). Budidaya kopi robusta lebih mendominasi perkebunan dibandingkan kopi jenis arabika, karena dianggap lebih sesuai.

Kopi Amstirdam ini terkenal rasa yang enak dan unik karena tumbuh di atas bebatuan yang mengandung berbagai macam mineral. Aroma dan cita rasa khas yang dihasilkan adanya sensasi gula aren yang wangi dan manis.

Kualitas Kopi Jawa merupakan salah satu kopi terbaik di dunia, termasuk Kopi asal Kabupaten Malang yang mendapat sertifikat Common Code for the Coffe Community Association (4C Association) yaitu asosiasi industri kopi dunia berpusat di Bonn, Jerman.

Di bawah kelompok petani kopi Amstirdam, terus mengembangkan industri kopi di kabupaten Malang terutama dalam hal peningkatan produksi kopi. Keberadaan perkebunan kopi di Kabupaten Malang cukup diperhitungkan, mengingat Malang merupakan penghasil kopi terbesar ketiga di Indonesia setelah Lampung dan Toraja (Sulawesi Selatan).

Kopi dari kawasan ini telah mampu memenuhi kebutuhan industri di pabrik-pabrik besar dalam negeri maupun permintaan ekspor ke bebarapa negara seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang, Rusia dan Timur Tengah.

DAPATKAN HARGA DAN PRODUK TERBAIK

Perusahan yang menjual barang Komoditas

0823-2034-2246

Tinggalkan Balasan

Close Menu