• 0823-2034-2246
  • Surabaya

Long Pepper Commodities

Long Pepper Commodities

Di Indonesia, “Cabe Jawa” digunakan sebagai bahan pembuat jamu tradisional dan campuran kopi terutama oleh masyarakat di pedesaan secara turun temurun. Sebagai salah satu bahan baku pembuat jamu, sebagian masyarakat menyebutnya sebagai “Cabe Jamu” dan komoditas ini masuk dalam kelompok rempah (herb-spices). Di luar negeri, cabe ini dikenal dengan nama “Java Long Pepper” karena asal mula tanaman ini berasal dari tanah Jawa, sebelum pada akhirnya banyak dibudidayakan di daerah lain maupun di beberapa negara.
Hingga saat ini, pemanfaatan cabe jawa di Indonesia masih terbatas pada pengembangan industri jamu, namun sudah dalam bentuk yang lebih modern. Penyerap komoditas cabe jawa terbesar adalah perusahaan jamu pabrikan, meskipun dalam volume yang tidak sebesar temulawak, kunyit dan jahe.
Diluar negeri, cabe jawa dan lada hitam digunakan sebagai komoditas bumbu dapur yang bisa saling menggantikan, karena rasa dan aroma yang indentik dengan lada atau merica. Komoditas ini banyak diminati oleh sejumlah negara kawasan Asia, Afrika Utara, Timur Tengah dan Eropa.
Peluang pasar di luar negeri terbuka tidak hanya pada perusahaan Farmasi yang sedang mengembangkan obat-obatan, tetapi juga industri makanan atau kebutuhan ritel seperti super market sebagai penyedia kebutuhan pokok dan bumbu dapur.
Suplai cabe jawa kami asli berasal dari kepulauan Jawa dan Madura yang memiliki varietas terbaik dengan buah yang tebal dan lurus (tidak keriting) serta berwarna hitam pekat. Karakter tanah dan curah hujan yang sesuai menjadi salah satu faktor varietas cabe jawa inilah yang paling diminati di pasar internasional.

Spesifikasi:
Grade 1
Kelembaban : Maks 11,5%
Asal tunggal dari : Jawa Timur dan Madura
Kapasitas Pemuatan : 1 x 20 ‘FCL: 14 ton
Packing : Tas Goni Baru @ 70 kg
Pelabuhan : Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
Harga FOB : Dapatkan Harga Terbaru
Waktu pengiriman : 2 minggu hingga 1 Bulan (tergantung pada Jumlah) Pembayaran : Cash atau LC (tergantung pada jumlah pesanan)

Dokumen Ekspor adalah Faktur, Daftar Kemasan, Bill of Lading, Sertifikat Asal, Sertifikat Fumigasi, Sertifikat Phytosanitary.

MENGENAL CABE JAWA (LONG PEPPER)
“Cabe Jamu” dikenal dengan sebutan “Cabe Jawa” (karena di Indonesia umumnya dipakai untuk obat tradisional/ jamu terutama di Jawa). Sedangkan, di luar negeri dikenal dengan sebutan “Java Long Pepper” karena memang ini adalah tanaman asli Indonesia.
Sebutan lain “Cabe Jamu” dibedakan berdasarkan daerah dimana cabe ini tumbuh atau ditanam. Bisa disebut Cabe Puyang, Lada Panjang, Cabe Panjang (Sumatera), Cabe Jawa (Sunda), Cabean, Cabe Alas, Cabe Sula, Cabe Jamu (Jawa), Cabe Jhamo, Cabe Ongghu, Cabe Solah (Madura), Cabia, Cabian (Sulawesi).
Masih banyak orang yang sulit membedakan tanaman Cabe Jawa dengan Cabe Rawit. Perbedaan mendasar adalah komoditas Cabe Jawa termasuk salah satu tanaman rempah (bukan sayuran), satu rumpun dengan cengkeh, pala, kayumanis, kapulaga, kemukus dan lada. Bahan Rempah ini mengandalkan kekuatan aroma. Bahkan, di beberapa negara menjadi komoditas bumbu yang saling menggantikan dengan bumbu dapur lain yang sejenis seperti lada. Berbeda dengan Cabe Rawit (Chilli) yang menghasilkan rasa pedas beberapa kali lipat, digunakan sebagai bahan makanan yang mengandalkan rasa pedas penggugah selera.
Ciri lain yang membedakan adalah Cabe Jawa Terdiri dari butiran-butiran yang menempel pada satu tangkai (permukan berbintik-bintik). Butiran tersebut menyatu hingga tampak sebagai satu buah utuh, berdiameter 1 cm, dengan panjang 5 cm.
Buah CabeJawa berwarna hijau dan akan berubah menjadi merah ketika sudah masak. Prosesnya setelah dipanen cukup direbus dengan air mendidih 5 menit, lalu djemur hingga kering.

MASA PANEN CABE JAWA (LONG PEPPER)
Hampir semua wilayah di Indonesia cocok untuk ditanami Cabe Jamu, dengan syarat tidak tergenang air ataupun terlalu kering (cukup air). Salah satu daerah pengembangan cabe jamu di Provinsi Jawa Tengah (kabupaten Tegal) dan di Jawa Timur (kabupaten Madura dan Lamongan).
Usia tanaman ini cukup panjang bisa mencapai 10-15 tahun. Lamanya panen juga mengikuti usia tanaman, sehingga banyak orang menyebut “tanam sekali, panen berkali-kali”. Tumbuh baik disemua iklim dan dataran, semakin tua umurnya semakin tinggi produktifitasnya.
Cabe Jawa biasa dipanen ketika berwarna hijau kekuningan (tidak menunggu sampai benar-benar merah). Pada umur 3 bulan sudah bisa dilakukan panen perdana dan selanjutnya hampir setiap minggu bisa dilakukan panen, walaupun volumenya kecil. Rata-rata panen 1/2 kg per pohon per 10 hari sekali.

POTENSI PASAR
Peningkatan produktivitas cabe jamu sangat diperlukan, selain untuk memenuhi kebutuhan industri obat tradisional dan kebutuhan lainnya di dalam negeri juga untuk pasar luar negeri (ekspor). Adapun kebutuhan cabe jamu dunia saat ini sekitar 6 juta ton dan Indonesia baru bisa memenuhi sepertiganya.
Negara –negara pengimpor cabe jamu antara lain Singapura, Malaysia, Cina, Timur Tengah, Eropa dan Amerika. Oleh karena itu, peluang pengembangan cabe jamu, baik melalui intensifikasi (meningkatkan produktivitas tanaman yang sudah ada) maupun penanaman baru, masih sangat terbuka lebar.
Penyerap terbesar komoditas cabai jawa adalah perusahaan jamu. Salah satu bahan jamu godog (rebus), adalah cabai jawa. Perusahaan-perusahaan jamu besar seperti Air Mancur, Sido Muncul, juga memerlukan cabe jawa, meskipun dalam volume yang tidak sebesar temulawak, dan kunyit. Harga cabai jawa dan kemukus, biasanya di atas lada. Jika harga lada putih/hitam berkisar sekitar Rp 40.000,- per kg. maka harga kemukus dan cabai jawa sekitar Rp 75.000,- per kg. di tingkat pedagang.
Mengingat kebutuhannya sangat kecil dibanding dengan lada, maka fluktuasi harga cabai jawa maupun kemukus, relatif tidak ada. Berbeda dengan lada, ketika 1 US $ bernilai Rp 15.000,- harga lada putih mencapai Rp 100.000,- per kg, dari harga sebelumnya yang hanya Rp 8.000,- Ketika itu harga cabai jawa dan kemukus hanya mengalami kenaikan kurang dari 50% dari harga semula. Stabilnya harga dan besarnya kebutuhan pasar akan Cabe Jawa, tentu menarik minat sejumlah petani untuk membudidayakannya disamping merupakan alternatif komoditas yang layak terus dikembangkan

DAPATKAN HARGA DAN PRODUK TERBAIK

Perusahan yang menjual barang Komoditas

0823-2034-2246

Tinggalkan Balasan

Close Menu